Postingan

Tolong Tetap Hidup

Gambar
“Tolong tetap hidup lebih lama” Bisikku berkali-kali pada diriku sendiri. Ada banyak hal melelahkan, menyakitkan, dan membuat diri ingin menyerah karena kehilangan harap. Tapi pada akhirnya, lagi dan lagi, keteguhan orang-orang di Palestina mengetuk hatiku.  Hidup mereka yang seolah sudah “ditakdirkan” mati saja, tetap berjuang mencari keadilan itu. Tetap teguh memperjuangkan apa yang menjadi hak mereka, tak peduli seberapa menyakitkannya itu. Dan untuk yang kesekian kalinya, hatiku terenyuh dan terluka. Bayangkan betapa sakit hati mereka kala menanggung luka yang disebabkan oleh orang yang mereka tolong bertahun lalu saat tak berdaya. Sementara dunia masih terus diam. Di another day “tiba-tiba pagi” ini, aku izin sedikit berbisik tentang lelah. Aku rasa, setiap orang berhak atas rasa lelah. Pun aku, kala kepala berasa ingin meledak, mata panas, dan mual kembali menyerang. Jam 04.19 dan tugas-tugas “gila” itu masih belum kelar. Sementara mataku belum sempat terpejam, ak...

Seperti Halnya Kamu

Gambar
(Aku juga cuma manusia) Hampir dua puluh tiga tahun hidup di dunia dengan berbagai pengalaman mengerikan maupun menyenangkan sejatinya menjadikanku manusia yang takut sekali menyakiti. Bahkan terkadang -dengan bodohnya- aku berpikir biarkan aku saja yang merasakan lukanya. Mereka sering menyebutku si paling “effort”, dan itu cukup membuatku senang setelah melewati banyak hal di jalan. Tidak, aku tidak menulis ini untuk mendapat pengakuan, alih-alih balasan. Aku menulis ini hanya sebagai bentuk kesadaran, bahwa caraku menyayangi setiap sesuatu, ternyata selalu gila-gilaan. Jika ditanya, apa bahasa cinta yang ku punya? Maka aku akan menjawab semuanya. Dan kamu akan mendapati itu, jika menyadari aku menyayangimu sepenuh itu. Terserah kamu mengartikan kasih sayang seperti apa dan kepada siapa, intinya aku seperti itu. Seperti halnya aku, kamu pun punya cara gila sendiri ketika menyayangi sesuatu kan? Pengalaman dibully dan dikucilkan bertahun-tahun di masa kanak-kanak menjadi...

Kota Yang Tak Pernah Istirah

Gambar
Aku menulis ini sambil menatap mie ayam 20 ribu dengan rasa yang biasa-biasa saja itu. Rupanya, 8 bulan tinggal di sini, belum mampu membuatku beradaptasi pada harga-harga yang kadang tak masuk akal. Terlebih dengan rasa yang tak seenak ketika jajan di Sumatera. Apalagi kalau dibandingkan dengan masakan Mbah, hahhh kalah jauh! wkwk. Meski tanggal 2 Syawal alias hari kedua lebaran ini adalah tanggal “horor” dalam sejarah kenanganku, nyatanya aku lagi-lagi mencetak tanggal horor itu tahun ini. Jika dua tahun lalu adalah hari terakhir notif favorit itu menghiasi layar hp sebelum sosoknya pergi tanpa pernah kembali, maka tahun ini aku memenuhinya dengan sesak dan pertanyaan, “Kenapa aku memilih tiket itu?” Aku benci pulang, karena setiap hangat dan bahagia yang ku dapatkan padanya benar-benar seperti ilusi. Bagaimana mungkin kehangatan itu hanya terjadi sekilas, lalu tiba-tiba kita sudah harus kembali pada hiruk pikuk dan tugas-tugas? Terlebih, kenekatan memilih tiket pulang te...

Emang Boleh Seingin Meledak Ini?

Gambar
23.50 Tapi aku masih belum boleh terpejam. Meski seharusnya aku fokus saja pada tumpukan UAS yang entah kenapa (eh pura-pura nggak tau pula aku ni, wkwk) tak kunjung habis itu, aku ingin sedikit melakukan expressive writing sebentar saja. Paling tidak agar sedikit lega. H-4 masuk kampus, tapi aku belum juga libur. Sepertinya kalimat ini adalah yang paling sering ku ucap akhir-akhir ini. Ah iya, btw aku hanya ingin bercerita, bukan menyerah. Jadi tolong, jangan pernah menyuruhku berhenti, ketika aku sendiri saja yakin dapat menyelesaikan keduanya dengan bantuan Tuhan. Eh wait, Seseorang baru saja menyalakan kompor menjelang tengah malam ini. Sepertinya memang benar ya, malam adalah waktu paling rentan untuk segala hal. Waktu rentan kejahatan, waktu rentan kesepian, waktu rentan kelaparan, waktu rentan over sharing, bahkan waktu rentan telat mengumpulkan tugas.  Tapi tenang, aku mengerjakan tugas bukan karena mengejar deadline tengah malam ini, (wong deadline-ne sudah le...

Finally, The Moon’s Day!

Gambar
Setelah hampir setahun jatuh cinta sendirian, akhirnya hari ini aku ngerasain gimana serunya jatuh cintanya sama-sama, tapi nggak sebel. Tau sendiri kan ya, aku pencemburu akut yang gampang badmood. wkwk Kek misalnya janjian main berdua sama temen, eh taunya bertiga, akunya auto mendadak hilang semangat wkwk. Ya paling tidak kan ya, konfirmasi sejak awal, agar hati dapat menyiapkan diri. Persis kali ini, aku udah nyiapin diri, kalau semua yang dateng hari ini juga jatuh cinta sama Kyungsoo, bahkan jauh lebih lama dari aku, wkwk. Oke jadi pertama-tama, selain filmnya yang mengesankan, ketemu eri di CGV Depok tadi siang juga seru, 🥹. Satu bioskop isinya Soel semua, dengan berbagai macam cara pamer wkwk. Ada yang bawa Eribong 🥹, ada yang pake cahol cantik bngttt dan aku tau bngt pocanya ori woyy wkwk. Ada juga yang pake sling bag yang kemaren sempet rame bngt pas open PO. Ada juga yang pake keychain lucuu. Pokoknya kalau lagi nyari rekomendasi merch buat koleksi, sering-seri...

Buah Stroberi dan Kebaikan Tuhan

Gambar
Hei, coba tebak, berapa harga yang harus ku bayar untuk segenggam stroberi di wadah itu? Tak hanya karena harganya sedikit lebih murah daripada di kota tempat tinggalku, dan jumlahnya yang sedikit lebih banyak, ukuran stroberinya juga sedikit lebih besar dan lebih manis dari stroberi yang pernah ku coba -stroberi berastagi sekalipun-, di saat harga pisang gila-gilaan di sini. Menyebut pisang, aku jadi ingat seseorang yang sangat menyukainya, bahkan ketika ia telah diolah menjadi apapun. Semoga orang itu kelak ditakdirkan Allah tinggal di Curup, supaya dapat dirasakannya kemudahan mendapatkan hal yang disukainya. Tapi sebelum aku terkesan dengan bagaimana Tuhanku memperkenalkanku dengan versi lain buah kesukaanku itu, aku sudah dibuatNya terkesan dengan kebaikan hamba-hambaNya. 2 hari sebelumnya aku hampir putus asa dengan penginstalan spss. Laptop tanpa windows seperti milikku ini rupanya membutuhkan cara lain agar dapat mengoperasikannya. Dengan pengetahuan seadanya, aku m...

Aku Baru Mulai, Ketika Mereka Telah Selesai (Sedikit Membahas Drama It’s Okay, That Love)

Gambar
It’s Okay, That Love adalah sebuah drama Korea yang rilis 2014 silam. Yang pada mulanya ingin ku tonton di sela libur kuliah, karena ada Kyungsoo di sana. Tapi pada akhirnya terpaksa ku tonton lebih awal agar dapat menjadi salah satu topik konten yang sekarang menjadi salah satu tugas UAS Media Pengembangan Konseling. Dari awal, drama ini mengisahkan seorang penulis hebat yang jatuh cinta dengan seorang psikiater. Penulis ini mempunyai seorang teman dekat, yang pada akhirnya kita tahu, bahwa semua itu hanyalah khayalan sang penulis yang ternyata mengidap skizofrenia. sebuah penyakit mental yang membuat pengidapnya sering mengalami halusinasi, delusi, hingga perubahan perilaku. Tak hanya karena ceritanya yang membahas banyak jenis penyakit mental di sini, tapi kisah ini juga seolah membangunkanku lagi dari impian masa SMP, ingin menjadi seorang psikolog agar dapat membantu seseorang sembuh dari trauma. Bukan hanya karena aku tahu, jika trauma amat mengganggu, tapi juga karen...

Tentang Rayuan Perempuan Gila-nya Nadin

Gambar
“...Selalu tahu akan ditinggalkan Namun, Demi Tuhan Aku berusaha...” Aku akhirnya kembali memberanikan diri untuk meresapi satu lagi karya Mbak Nadin Amizah; Rayuan Perempuan Gila –Setelah hampir setahun aku menutupnya dengan Menangis Di Jalan Pulang-. Sebuah karya, yang lagi-lagi sarat makna, kaya kosa kata, dengan diksi-diksi indah persis tariannya. Tapi justru mengundang tangis yang dalam. Sekali lagi, kita –anu, maksudku aku-, hanya manusia lemah jika harus kembali diingatkan oleh kepergian hal-hal yang kita cintai.    Betapa manusia fana, hal-hal yang dicintainya tak kalah fana. Tapi masih saja memilih mencintai kefanaan itu, daripada Tuhannya sendiri yang justru abadi. Satu-satunya hal yang bisa dicintai tanpa patah hati.    Akhir-akhir ini aku selalu mengaku ikhlas, padahal keinginan menampar seseorang justru semakin jelas. Mereka bilang tak boleh bermain-main dengan kematian seseorang, tapi aku juga tak mungkin membuatmu hidup lagi, kan? “...Menur...