Postingan

Emang Boleh Seingin Meledak Ini?

Gambar
23.50 Tapi aku masih belum boleh terpejam. Meski seharusnya aku fokus saja pada tumpukan UAS yang entah kenapa (eh pura-pura nggak tau pula aku ni, wkwk) tak kunjung habis itu, aku ingin sedikit melakukan expressive writing sebentar saja. Paling tidak agar sedikit lega. H-4 masuk kampus, tapi aku belum juga libur. Sepertinya kalimat ini adalah yang paling sering ku ucap akhir-akhir ini. Ah iya, btw aku hanya ingin bercerita, bukan menyerah. Jadi tolong, jangan pernah menyuruhku berhenti, ketika aku sendiri saja yakin dapat menyelesaikan keduanya dengan bantuan Tuhan. Eh wait, Seseorang baru saja menyalakan kompor menjelang tengah malam ini. Sepertinya memang benar ya, malam adalah waktu paling rentan untuk segala hal. Waktu rentan kejahatan, waktu rentan kesepian, waktu rentan kelaparan, waktu rentan over sharing, bahkan waktu rentan telat mengumpulkan tugas.  Tapi tenang, aku mengerjakan tugas bukan karena mengejar deadline tengah malam ini, (wong deadline-ne sudah le...

Finally, The Moon’s Day!

Gambar
Setelah hampir setahun jatuh cinta sendirian, akhirnya hari ini aku ngerasain gimana serunya jatuh cintanya sama-sama, tapi nggak sebel. Tau sendiri kan ya, aku pencemburu akut yang gampang badmood. wkwk Kek misalnya janjian main berdua sama temen, eh taunya bertiga, akunya auto mendadak hilang semangat wkwk. Ya paling tidak kan ya, konfirmasi sejak awal, agar hati dapat menyiapkan diri. Persis kali ini, aku udah nyiapin diri, kalau semua yang dateng hari ini juga jatuh cinta sama Kyungsoo, bahkan jauh lebih lama dari aku, wkwk. Oke jadi pertama-tama, selain filmnya yang mengesankan, ketemu eri di CGV Depok tadi siang juga seru, đŸ¥¹. Satu bioskop isinya Soel semua, dengan berbagai macam cara pamer wkwk. Ada yang bawa Eribong đŸ¥¹, ada yang pake cahol cantik bngttt dan aku tau bngt pocanya ori woyy wkwk. Ada juga yang pake sling bag yang kemaren sempet rame bngt pas open PO. Ada juga yang pake keychain lucuu. Pokoknya kalau lagi nyari rekomendasi merch buat koleksi, sering-seri...

Buah Stroberi dan Kebaikan Tuhan

Gambar
Hei, coba tebak, berapa harga yang harus ku bayar untuk segenggam stroberi di wadah itu? Tak hanya karena harganya sedikit lebih murah daripada di kota tempat tinggalku, dan jumlahnya yang sedikit lebih banyak, ukuran stroberinya juga sedikit lebih besar dan lebih manis dari stroberi yang pernah ku coba -stroberi berastagi sekalipun-, di saat harga pisang gila-gilaan di sini. Menyebut pisang, aku jadi ingat seseorang yang sangat menyukainya, bahkan ketika ia telah diolah menjadi apapun. Semoga orang itu kelak ditakdirkan Allah tinggal di Curup, supaya dapat dirasakannya kemudahan mendapatkan hal yang disukainya. Tapi sebelum aku terkesan dengan bagaimana Tuhanku memperkenalkanku dengan versi lain buah kesukaanku itu, aku sudah dibuatNya terkesan dengan kebaikan hamba-hambaNya. 2 hari sebelumnya aku hampir putus asa dengan penginstalan spss. Laptop tanpa windows seperti milikku ini rupanya membutuhkan cara lain agar dapat mengoperasikannya. Dengan pengetahuan seadanya, aku m...

Aku Baru Mulai, Ketika Mereka Telah Selesai (Sedikit Membahas Drama It’s Okay, That Love)

Gambar
It’s Okay, That Love adalah sebuah drama Korea yang rilis 2014 silam. Yang pada mulanya ingin ku tonton di sela libur kuliah, karena ada Kyungsoo di sana. Tapi pada akhirnya terpaksa ku tonton lebih awal agar dapat menjadi salah satu topik konten yang sekarang menjadi salah satu tugas UAS Media Pengembangan Konseling. Dari awal, drama ini mengisahkan seorang penulis hebat yang jatuh cinta dengan seorang psikiater. Penulis ini mempunyai seorang teman dekat, yang pada akhirnya kita tahu, bahwa semua itu hanyalah khayalan sang penulis yang ternyata mengidap skizofrenia. sebuah penyakit mental yang membuat pengidapnya sering mengalami halusinasi, delusi, hingga perubahan perilaku. Tak hanya karena ceritanya yang membahas banyak jenis penyakit mental di sini, tapi kisah ini juga seolah membangunkanku lagi dari impian masa SMP, ingin menjadi seorang psikolog agar dapat membantu seseorang sembuh dari trauma. Bukan hanya karena aku tahu, jika trauma amat mengganggu, tapi juga karen...

Tentang Rayuan Perempuan Gila-nya Nadin

Gambar
“...Selalu tahu akan ditinggalkan Namun, Demi Tuhan Aku berusaha...” Aku akhirnya kembali memberanikan diri untuk meresapi satu lagi karya Mbak Nadin Amizah; Rayuan Perempuan Gila –Setelah hampir setahun aku menutupnya dengan Menangis Di Jalan Pulang-. Sebuah karya, yang lagi-lagi sarat makna, kaya kosa kata, dengan diksi-diksi indah persis tariannya. Tapi justru mengundang tangis yang dalam. Sekali lagi, kita –anu, maksudku aku-, hanya manusia lemah jika harus kembali diingatkan oleh kepergian hal-hal yang kita cintai.    Betapa manusia fana, hal-hal yang dicintainya tak kalah fana. Tapi masih saja memilih mencintai kefanaan itu, daripada Tuhannya sendiri yang justru abadi. Satu-satunya hal yang bisa dicintai tanpa patah hati.    Akhir-akhir ini aku selalu mengaku ikhlas, padahal keinginan menampar seseorang justru semakin jelas. Mereka bilang tak boleh bermain-main dengan kematian seseorang, tapi aku juga tak mungkin membuatmu hidup lagi, kan? “...Menur...

Aku Ingin Mendengar Kabar Kematianmu

Gambar
Jumat malam, di penghujung Juni; satu-satunya bulan yang tak pernah memiliki rekam atas jejakmu, meski kita telah melewati banyak hari dalam 5 tahun ini. Seandainya ada kesempatan paling tepat untuk menyampaikan ini padamu, mungkin aku akan bersyukur sedemikian rupa. Bukan agar engkau kembali, tapi agar engkau semakin merasakan luka yang telah kau toreh dengan kejam padaku. Maka dari itulah aku menulis ini, dengan harapan ia bisa tiba di tanganmu, meski entah kapan. Sejujurnya meski 424 hari telah berlalu dengan sendu, engkau masih belum juga enyah dari hati. Aku paham sekali bagaimana kekejamanmu menusukku hingga ke inti jantung, tapi di sisa detak sekalipun aku masih ingin mencintaimu. Jika engkau ingin menganggapku bodoh, maka aku sudah lebih dulu mengatakannya pada diriku sendiri. Aku bahkan tak pernah tau apa alasan hati ini hanya memilihmu seorang. Jadi tak usah terlalu repot untuk mencari alasan agar aku pergi, sebab aku tau, mau bagaimanapun aku tak pernah bisa perg...

Hari ke 400!

Gambar
400 hari setelah kepergianmu. Semoga rahmat Allah senantiasa membersamai jiwamu, dan meridhai Surga 'Adn untukmu. Melalui tulisan ini, aku hanya ingin mengisahkan padamu, bagaimana Tuhanku mendekapku sedemikian rupa, saat ku kira duniaku akan runtuh bersamaan dengan berhentinya degub jantung yang selama ini menjadi tanda kehidupanmu. Ternyata aku masih hidup hingga detik ini, bahkan lebih baik lagi. Tak pernah ada lagi air mata karena ketakutan luar biasa atas pengabaianmu. Tak pula ada lagi rindu gebu, yang biasanya mengganggu hariku. Aku bahkan tak perlu lagi berjuang untuk terus tampak baik-baik saja, dan tak pernah lagi kesulitan dalam menolak sesuatu. Beberapa waktu ini, aku sering memikirkan jawaban dari pertanyaanku sendiri; "Apabila saat itu Tuhanku tak memanggilmu, apakah aku akan hidup sebaik ini?“ Kalaulah saat itu aku mengira Tuhanku begitu jahat, sebab mengambil semua warna dari duniaku dan hanya menyisakan abu-abu, maka kali ini aku tersadar, yang ku ...

Aku Ingin Berbicara Tentang Go Yoo

Gambar
Sepertinya sudah lama sekali aku tak menyapa halaman ini, meski sejatinya ada banyak sekali rindu yang ingin dituangkan ke sini. Akhir-akhir ini aku baru berhasil menikmati masa-masa setelah sembuh dan kembali jatuh cinta. Ya, aku jatuh cinta pada cara Tuhanku menuliskan skrip untuk hidupku. Bagaimana Dia mengenalkanku pada berbagai macam luka, tapi juga memberiku banyak hadiah setelah kesembuhanku. Salah satu dari banyak hadiah itu adalah, aku berkenalan dengan EXO sesungguh itu. Ah sejatinya aku tak ingin membahas ini terlalu banyak di sini, karena ia memiliki halaman tersendiri. Tapi intinya adalah, melalui itu, aku jadi menemukan sosok Go Yoo yang sempat menjadi banyak pertanyaan orang-orang hari ini, di akhir episodenya; “Kenapa ketika ia dewasa, sifatnya sangat berbeda dengan ia ketika remaja?”  Sebelum itu, bukankah Sehun telah memerankan sosok ini dengan baik sekali?  Anu, maksudku yang lainnya juga. Hanya saja, bukankah miliknya terasa terlalu nyata?...